Tulisan ini penulis buat sebagai catatan atas apa yang pernah dilakukan (halah… #%??!*&!^@), agar jika menemui hal serupa, bisa hanya dengan melihat tulisan ini. Mengubah atribut suatu file atau folder di Windows merupakan hal yang sederhana yaitu dengan cara klik kanan pada file atau folder, kemudian memberi tanda check pada atribut yang ingin diaktifkan.
Lain hal nya jika file atau folder tersebut terkena virus. Pada saat sedang bersih-bersih isi harddisk, penulis menemukan folder dan file yang pernah terinfeksi virus. Virusnya sudah tidak berjalan namun virus itu menginjeksi beberapa file. Penulis lupa tepatnya terkena virus apa sebab sudah lama kejadiannya. Virus tersebut membuat aplikasi berekstensi exe dengan icon folder dan nama aplikasi tersebut sesuai dengan nama folder yang ada. Sedangkan folder asli, atributnya diubah menjadi file system dan hidden. Ini penulis ketahui sebab pilihan “Hide protected operating system files” dan “Show hidden files and folders” pada Folder Options sering penulis aktifkan. Sehingga pada saat melihat ukuran file tidak berubah, penulis jadi curiga bahwa file penulis tidak hilang namun “disembunyikan”. Sepertinya virus brontok namun tidak tahu versi berapa. Seperti ini tampilan isi file yang dimanipulasi virus tersebut:
Atribut folder menjadi hidden ditandai dengan icon folder menjadi agak kabur. Penulis mencoba mengubah atribut salah satu folder seperti penjelasan diawal. Namun ternyata penulis tidak dapat mengubah atribut hidden pada folder tersebut.
Pilihan untuk menghilangkan tanda check pada atribut hidden tidak berfungsi, seperti di disabled. Kemudian penulis mencari cara lain untuk mengubah atribut. Setelah bertanya pada Mr.Google, ternyata melalui command prompt bisa dilakukan menggunakan syntax attrib. Pertama-tama buka command prompt dengan cara Start à All Programs à Accessories à Command Prompt atau dengan mengetikkan cmd pada Run. Kemudian pindahkan path ke direktori file atau folder yang terkena virus. Untuk mengetahui tentang fungsi attrib dengan cara attrib /?. Kemudian ketikkan attrib –S –H /D /S.
Kemudian lihat atribut folder yang termodifikasi oleh virus tersebut dengan cara seperti diawal. Folder tersebut telah normal kembali dan atribut hidden bisa diubah-ubah kembali secara langsung. Berikut ini adalah penjelasan dari syntax diatas.
Syntax attrib digunakan untuk melihat atau mengubah atribut dari suatu file atau folder. Menggunakan parameter R, A, S, H kemudian nama folder atau file yang ingin dilihat atau diubah atributnya lalu /S atau /D. Berikut ini keterangan untuk tiap parameter:
R : Read-Only
A : Archieve
S : System File
H : Hidden
/D : mengubah atribut folder
/S : mengubah termasuk sub folder
Untuk mengaktifkan atribut Hidden caranya dengan memberi tanda + didepan parameter R. Untuk menonaktifkan tanda -. Contoh syntax : attrib –H *.* /D untuk menonaktifkan hidden semua file yang ada dalam satu path termasuk folder. Jadi syntax : attrib –S –H /D /S menonaktifkan sebagai System (-S), menonaktifkan Hidden (-H) untuk semua file termasuk folder (/D) dan isinya (/S). Penulis mengubah termasuk isi folder karena dalam folder tersebut ada folder yang juga dimodifikasi virus. Jadi daripada mengubah satu persatu lebih baik sekaligus isi folder.
Demikianlah sekilas tentang cara mengubah atribut file atau folder pada sistem operasi Windows. Terima kasih karena telah membaca artikel ini. Mohon maaf jika terdapat salah kata atau kurang berkenan. Atas komentar dan masukannya penulis ucapkan terima kasih.
Filed under: Komputer




Thanx… saya coba pagi ini.. and it’s work! thanx ya boss…